Kamis, 05 April 2018



FUNGSI MANAGEMENT LABORATORIUM

A.   Pengertian Manajemen Laboratorium

Manajemen laboratorium adalah kemampuan dan keterampilan khusus untuk melakukan suatu kegiatan di laboratorium, baik bersama orang lain maupun melalui orang lain dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam manajemen laboratorium terkandung pengelolaan terhadap laboratorium sebagai tempat praktikum yang secara rinci terdiri dari alat dan bahan kimia, sarana prasarana laboratorium, dan proses pelaksanaan praktikum. Fungsi manajemen adalah sebagai rangkaian kegiatan wajar yang telah ditetapkan dan memiliki hubungan saling ketergantungan antara satu dengan yang lain.
                                                                               
B.   Fungsi – Fungsi Manajemen

a.     Perencanaan
 Perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan cara dan sumber yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut seefisien dan seefektif mungkin. Perencanaan sebagai proses menganalisis situasi, menetapkan tujuan yang akan dicapai di masa yang akan datang dan menentukan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan tersebut.
Perencanaan laboratorium IPA meliputi perencanaan dan pemeliharaan alat-alat dan bahan-bahan serta sarana prasarana, perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan, serta rencana pengembangan laboratorium. Beberapa hal yang perlu direncanakan dalam manajemen laboratorium adalah:
a.     Pengadministrasian Alat-alat dan Bahan-bahan Laboratorium.
Tujuan pengadministrasian alat-alat dan bahan-bahan laboratorium ini adalah agar dapat dengan mudah mengetahui jenis alat atau bahan yang ada, jumlah masing-masing alat dan bahan, jumlah pembelian atau tambahan, dan jumlah yang pecah, hilang, atau habis. Untuk keperluan pencatatan alat dan bahan laboratorium diperlukan format atau buku perangkat administrasi yang meliputi buku inventaris, kartu stok, kartu permintaan, peminjaman alat dan bahan, buku catatan harian, kartu alat dan bahan yang rusak, kartu reparasi, dan format label (Depdikbud, 1999: 27).

b.     Pengadaan Alat dan bahan laboratorium
 untuk melengkapi atau mengganti alat dan bahan yang rusak, hilang, atau habis dipakai. Sebelum pengusulan pengadaan alat dan bahan, maka perlu dipikirkan tentang percobaan apa yang akan dilakukan, alat dan bahan apa yang akan dibeli, ada tidaknya dana atau anggaran, prosedur pembelian dan pelaksanaan pembelian (Depdikbud, 1999: 28).
c.      Penyimpanan alat dan bahan
kimia dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yaitu alat dan bahan yang sering dipakai, alat dan bahan yang jarang dipakai, alat dan bahan yang berbahaya. Penyimpanan masing-masing alat dan bahan tergantung pada keadaan dan susunan laboratorium serta fasilitas ruangan. Alat dan bahan yang sering digunakan sebaiknya diletakkan di lemari yang dapat dibuka dan diambil sendiri oleh siswa, sehingga efisien waktu dan tenaga. Namun jika pertimbangan keamanan dan kedisiplinan siswa diragukan, maka jumlah yang tersedia dibatasi. Bahan-bahan kimia yang beracun, eksplosif atau mudah meledak dan mudah terbakar sebaiknya ditempatkan terpisah dari bahan yang lain dan diusahakan diletakkan di tempat yang tidak mudah dilihat siswa.

     Prinsip dari penyimpanan alat dan bahan laboratorium adalah alat dan bahan tersebut dalam keadaan aman, mudah dicari dan diambil sewaktu-waktu dibutuhkan. Oleh karena itu sangat penting bagi guru sebelum praktikum diadakan dilakukan asistensi, yaitu kegiatan pengenalan mulai dari pengenalan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum, baik fungsi dan cara penggunaannya, sampai pada mata praktikum yang akan dijalankan untuk jangka waktu satu semester dengan penjelasan garis besarnya, serta bagaimana cara berpraktikum yang baik, tata tertib praktikum, dan format penyusunan laporan praktikum. Dengan demikian siswa memperoleh bekal yang cukup untuk bekerja di laboratorium. Hal penting lainnya adalah penanaman kesadaran pada diri siswa bahwa laboratorium adalah juga bagian dari sekolah yang membantu prestasi belajar mereka, sehingga mereka harus ikut merawat dan menjaga.
Perencanaan adalah cara terbaik untuk mengejar dan membuat tujuan perusahaan agar mampu teraih dengan baik. Karena memang tanpa adanya perencanaan fungsi manajemen tak dapat berjalan.
Tugas dari perencanaan antara lain :
1) Membuat target.
2) Membuat rencana kegiatan yang dibutuhkan untuk pencapaian target.
3) Mengatur urutan pelaksanaan.
4) Menyusun anggaran biaya.
5) Membuat SOP mengenai pelaksanaan pekerjaan.
           
b.    Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah membagi kegiatan besar menjadi kegiatan kecil. Mengorganisasikan laboratorium berarti menyusun sekelompok orang atau petugas dan sumber daya lain untuk melaksanakan suatu rencana atau program dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara yang berdaya guna terhadap laboratorium .

Pengorganisasian laboratorium meliputi pengaturan dan pemeliharaan alat-alat dan bahan-bahan laboratorium, pengadaan alat dan bahan, dan menjaga kedisiplinan serta keselamatan kerja di laboratorium. Orang yang terlibat langsung dalam organisasi laboratorium adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah urusan kurikulum, koordinator laboratorium, penanggung jawab teknis laboratorium, laboran, dan guru-guru mata pelajaran IPA (Kimia, Fisika, Biologi). Tugas kepala sekolah adalah memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan, dan evaluasi kepada seluruh staf yang terlibat dalam pengelolaan laboratorium, menyediakan dana keperluan operasional laboratorium. Dalam menjalankan tugas ini dibantu oleh wakil kepala sekolah urusan kurikulum yang juga bekerja sama dengan koordinator laboratorium dalam pelaksanaan kegiatan laboratorium. Tugas koordinator laboratorium adalah mengkoordinasikan masing-masing guru mata pelajaran IPA segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan laboratorium dan mengusulkan kepada penanggung jawab laboratorium untuk pengadaan alat dan bahan praktikum. Penanggung jawab teknis laboratorium bertanggung jawab atas kelengkapan administrasi laboratorium, kelancaran kegiatan laboratorium, mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat dan bahan laboratorium, dan bertanggung jawab atas kebersihan, penyimpanan, perawatan, dan perbaikan alat-alat laboratorium.

c.      Pengarahan
Pengarahan adalah tindakan dan upaya supaya semua anggota kelompok bisa berusaha untuk mendapatkan tujuan yang telah sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Proses implementasi sebuah program supaya mampu dilakukan oleh seluruh pihak dalam organisasi tersebut. Selain itu juga dapat memotivasi seluruh pihak supaya dapat melaksanakan tanggung jawab dan penuh kesadaran.
Fungsi pengarahan dan implementasi mempunyai tugas sebagai berikut:
1) Mengimplementasikan sebuah proses pembimbingan, kepemimpinan, dan pemberian motivasi bagi tenaga kerja.
2) Memberikan tugas yang teratur mengenai pekerjaan.
3) Menjelaskan kebijakan yang sudah ditetapkan.


d.    penempatan
Penempatan tak jauh beda dengan pengorganisasian tetapi untuk staffing lebih luas. Jika organizing lebih ke manajemen SDA (Sumber Daya manusia). Nah sedangkan untuk penempatan tertuju pada sumber daya secara umum. Contohnya peralatan yang dimiliki.

e.      Pengkoordinasi
Mengkoordinasi adalah fungsi yang bertujuan demi meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja, membuat lingkungan kerja menjadi sehat, nyaman, dinamis, dll. Fungsi ini dilakukan oleh seorang manajer. Jadi, manajer mempunyai fungsi utama dalam mengkoordinasi bawahannya agar dapat meningkatkan kinerjanya.

f.      Mengontrol
Mengontrol merupakan fungsi terakhir manajemen. Setelah semua fungsi dilakukan maka langkah yang terakhir yaitu mengontrolnya. Dalam fungsi ini ada beberapa elemen penting, misalnya evaluasi serta membuat kebijakan baru.
Fungsi mengontrol cukup penting agar kinerja orang-orang tidak menurun, paling tidak masih dalam batas standard, dan bagusnya adalah dapat meningkat.
Pengawasan yaitu evaluasi terhadap tindakan yang telah dilakukan dan bila perlu menggunakan pengukuran koreksi sehingga tindakan tersebut sesuai dengan rencana. Proses pengawasan terdiri atas beberapa tindakan pokok, yaitu penentuan ukuran sebagai pembanding atau alat ukur untuk menjawab pertanyaan dari hasil pelaksanaan, pengukuran terhadap tugas yang sudah atau yang sedang dikerjakan, baik secara lisan maupun tertulis atau pertemuan langsung dengan petugas, dan perbandingan antara pelaksanaan pekerjaan dengan pedoman yang telah ditetapkan untuk mengetahui perbedaan yang terjadi dan perlu tidaknya perbaikan.

Ada beberapa prinsip dasar pengawasan yang harus diterapkan agar manajemen laboratorium menjadi baik, yaitu:

a.    Pengawasan bersifat membimbing dan membantu mengatasi kesulitan dan bukan mencari kesalahan. Kepala sekolah harus menfokuskan perhatian pada usaha mengatasi hambatan yang dihadapi guru, bukan sekedar mencari kesalahan. Kekeliruan guru harus disampaikan kepada kepala sekolah sendiri dan tidak di depan orang lain.

b.    Bantuan dan bimbingan diberikan secara tidak langsung, artinya diupayakan agar yang bersangkutan mampu mengatasi sendiri, sedangkan Kepala Sekolah hanya membantu. Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang pada akhirnya menumbuhkan motivasi kerja yang lebih baik.


c.    Balikan atau saran perlu segera diberikan, agar yang bersangkutan dapat memahami dengan jelas keterkaitan antara balikan dan saran tersebut dengan kondisi yang dihadapi. Dalam memberikan balikan sebaiknya dalam bentuk diskusi, sehingga terjadi pembahasan terhadap masalah yang terjadi secara bersama. Pengawasan dilakukan secara periodik atau berkala, artinya tidak menunggu sampai terjadi hambatan. Kehadiran kepala sekolah dapat menumbuhkan dukungan moral bagi guru yang sedang mengerjakan tugas. Pengawasan dilaksanakan dalam suasana kemitraan, agar guru dengan mudah dan tanpa takut menyampaikan hambatan yang dihadapi (Depdikbud, 1999: 26).

C.   Unsur-unsur Management

Ada beberapa unsur-unsur manajemen yang perlu Anda ketahui yaitu:
1.      Human (Manusia)
Sarana utama setiap manajer adalah mencapai tujuan yang sudah ditentukan oleh manusia terlebih dahulu. Tanpa ada manusia, seorang manajer tidak akan dapat mencapai tujuannya.
2.      Money (Uang)
Untuk melakukan berbagai kegiatan perusahaan diperlukan adanya uang. Uang digunakan untuk membayar gaji karyawan, membeli peralatan dan bahan-bahan. Nah, paling penting adalah Anda harus mampu menggunakannya secara efektif supaya tujuan tercapai dengan menggunakan biaya yang rendah.
3.      Materials (Bahan)
Material adalah faktor pendukung utama di dalam proses produksi. Material juga mempengaruhi kelancaran proses produksi. Apabila tidak ada bahan, maka proses produksi tidak bisa berjalan. Bahan-bahan yang diperlukan misalnya adalah bahan baku dan juga bahan pembantu untuk menunjang proses produksi.
4.      Machines (Mesin)
Saat ini teknologi sudah maju, sehingga perusahaan-perusahaan dapat menggunakan mesin-mesin yang canggih dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
5.      Methods (Metode)
Untuk melakukan kegiatan supaya berdaya guna serta berhasil guna, Anda dihadapkan pada pilihan berbagai alternatif metode untuk melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, pilihlah metode yang benar guna mencapai tujuan.
6.      Market (Pasar)
Pasar juga merupakan sarana yang penting dalam manajemen. Tanpa adanya pasar, hasil produksi Anda tidak ada artinya

D.   Fungsi Laboratorium             

       Secara umum fungsi semua laboratorium  adalah antara lain :
·         Sebagai tempat dilakukannya percobaan Alat-alat laboratorium dan bahan-bahan praktikum tidak mungkin semuanya diletakkan dalam kelas, oleh karena itu percobaan dilakukan di dalam laboratorium.
·         Sebagai tempat penunjang kegiatan kelas Dengan adanya kegiatan pembalajaran di laboratorium, mahasiswa dapat mengamati gejala-gejala yang terjadi dalam percobaan secara langsung dan tidak hanya belajar menurut teori-teori yang ada.
·         Sebagai tempat display / pameran Laboratorium juga dapat digunakan sebagai tempat pameran atau display dari hasil-hasil percobaan atau penelitian yang telah dilakukan, agar memberi gambaran lebih bagi mahasiswa dan dapat memotivasi untuk penelitian atau percobaan yang lebih baik.
·         Sebagai tempat koleksi sejumlah species langka Dengan adanya koleksi sejumlah species memudahkan mahasiswa mengamati secara langsung spesies yang mungkin sulit untuk menemukannya.
·         Sebagai museum kecil Hasil-hasil  penelitian dan sejumlah species langka di kumpulkan dan diklasifikasikan, sehingga laboratorium dapat digunakan sebagai museum kecil.



Dari artikel diatas, penulis  ingin mengajak  pembaca untuk berdiskusi
1.      Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kinerja manajemen laboratorium?
2.      Menurut anda apakah  manajemen laboratorium di sekolah itu penting? Lalu bagaimana jika labor yang ada disekolah anda masih pasif?
3.      Jika salah satu kendala yang terjadi di sekolah adalah keterbatasan staf tenaga laboran apa yang akan kalian lakukan sebagai guru IPA untuk meningkatkan fungsi management laboratorium?



9 komentar:

  1. Menanggapi pertanyaan nomor 2, jika labor masih pasif maka perlu dilaksanakan musyawarah sesama guru yg terkait contohnya guru ipa untuk penjadwalan praktikum wajib bagi setiap kelas secara bergantian, krn kadang ada guru yg mengajar pada materi yg seharusnya melaksanakan praktikum dilaboratorium tapi tidak mlaksanakan kegiatan tersebut, hal ini tentu akan berpengaruh terhadap keterampilan siswa

    BalasHapus
  2. Menurut anda apakah manajemen laboratorium di sekolah itu penting? Lalu bagaimana jika labor yang ada disekolah anda masih pasif?
    menurut saya manajemen lab sangat penting. dengan manajemen yg baik. maka akan mengurangi hal buruk seperti risiko kecelakaan kerja

    BalasHapus
  3. Terimakasih ulasannya kak. Terkait pertanyaan pertama Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kinerja manajemen laboratorium? Ada banyak faktor diantaranya struktur laboratorium atau org2 yg bekerja, sopnya, alat bahan,tata ruang, administrasi,insfrastruktur dan banyak hal lainnya.. Apabila semua aspek tersebut dikelola dengan baik maka kinerja laboratorium tsb akan baik pula.trrimakasih

    BalasHapus
  4. Menanggapi soal no 2.

    menurut saya manajemen lab di sekolah itu sangat penting, karena sebagaimana kita ketahui bahwa manajemen merupakan usaha untuk mengelola laboratorium berdasar konsep manajemen baku.
    Jadi dengan adanya manajemen lab di sekolah, maka pengelolaan lab akan berlangsung secara baik dan benar, serta sesuai dengan prosedur dan ketentuannya.

    Mengenai lab yang pasif, itu merupakan tanggungjawab seluruh komponen yang terlibat dalam proses pengelolaan tersebut, orang orang tersebut harus mencarikan solusi agar lab tersebut bisa aktif kembali

    BalasHapus
  5. Menanggapi pertanyaan nomor 3. Dalam kondisi tertentu, manajemen bisa dimaksimalkan dengan aturan-aturan tertulis yang jelas dan dapat dilihat oleh siapapun yang menggunakan laboratorium tersebut. Misalnya di setiap bagian ada petunjuk tertulis yg ditempel di di dinding, apa saja yg harus dilakukan serta apa saja yg perlu dihindari dan tidak dilakukan. Terima kasih

    BalasHapus
  6. Jika salah satu kendala yang terjadi di sekolah adalah keterbatasan staf tenaga laboran apa yang akan kalian lakukan sebagai guru IPA untuk meningkatkan fungsi management laboratorium,
    Yang akan saya lakukan adalah merekrut staf baru yg sesuai bidang nya kemudian tingkat kan kualitas nya melalui Diklat dan lain sebagainya.

    BalasHapus
  7. 2. Menurut anda apakah manajemen laboratorium di sekolah itu penting? Lalu bagaimana jika labor yang ada disekolah anda masih pasif?fungsi Manajemen laboratorium sangat penting, mengingat keterkaitannya dengan manajemen mutu, harus didesain untuk selalu memperbaiki efektifitas dan efisiensi kerja dalam laboratorium, disamping harus mempertimbangkan kebutuhan semua pihak yang berkepentingan. disempurnakan dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan penggunaan laboratorium yang sesuai.Saya akan memotivasi pihak pengelola laboratorium di sekolah dengan harapan laboratorium dapat dimanfaatkan sebaik mungkin

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum, saya akan mencoba menjawab nomr 1, menurut saya, faktor yang mempengaruhi kinerja manajemen labor, ialah manajemen labor yang buruk dari suatu instansi ataupun sekolah.

    BalasHapus
  9. Assalamualaikum wr.wb
    Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kinerja manajemen laboratorium?
    Faktor yg mepengaruhi manajemen labor adalah struktur organisasi, alat dan bahan, sop, administrasi. Jika semua di lakukan dengan baik maka menejemen labor akan baik.
    Terima kasih

    BalasHapus